Langsung ke konten utama

DAMPAK URBANISASI DALAM BIDANG EKONOMI

DAMPAK URBANISASI DALAM BIDANG EKONOMI

Nama                      : Lois Youngren

NPM                       : 53418820

Kelas                       : 1IA21

Materi                     : Pengaruh Urbanisasi Bagi Ekonomi

Mata Kuliah            : Ilmu Sosial Dasar #

Jumlah Lembar       : 3 (Tiga)



UNIVERSITAS GUNADARMA
2018



Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan “MAKALAH Ilmu Sosial Dasar”yang berjudul “EKONOMI”. Penyusunan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  Ilmu Sosial Dasar. Kami berharap dapat menambah wawasan dan pengatahuan.

Menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu, kami sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca untuk melengkapi segala kekurangan dan kesalahan dari makalah ini



. DAFTAR ISI

      HALAMAN JUDUL
       KATA PENGANTAR
       DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar balakang
1.2    Rumusan masalah
1.3    Tujuan dan manfaat
BAB II PEMBAHASAN
  2.1    Pengaruh Urbanisasi dalam ekonomi
  2.2    Menjelaskan faktor Urbanisasi wilayah kelurahan Cakung Barat
  2.3    Mengetahui mana dampak positif dan dampak negative bagi penduduk.
BAB III PENUTUP 
  3.1     KESIMPULAN
  3.2     SARAN      



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.
          Maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kota-kota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Hal ini sering disebut dengan urbanisasi. Namun urbanisasi ini menimbulkan berbagai macam masalah karena tidak ada pengendalian di dalamnya. Masalah ini lah yang dihadapi Negara Indonesia saat ini yaitu pertumbuhan konsentrasi penduduk yang tinggi. Lebih buruk lagi, hal ini tidak diikuti dengan kecepatan yang sebanding dengan perkembangan industrialisasi. Masalah ini akhirnya menimbulkan fenomena yaitu urbanisasi berlebih. Adanya urbanisasi yang berlebih ini telah menimbulkan berbagai masalah di Indonesia. Tidak hanya menimbulkan masalah di kota yang dituju namun juga menimbulkan masalah di desa yang ditinggalkan. Masalah yang terjadi kota antara lain yaitu meningkatnya angka kemiskinan sehingga pemukiman kumuhnya juga meningkat, peningkatan urban crime dan masih banyak masalah lain. Di desa juga akan timbul masalah diantaranya yakni berkurangnya sumber daya manusia karena penduduknya telah pergi ke kota, desa akhirnya tidak mengalami perkembangan yang nyata.
          Urbanisasi dipicu adanya perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas pembangunan, khususnya antara daerah pedesaan dan perkotaan. Akibatnya, wilayah perkotaan menjadi magnet menarik bagi kaum urban untuk mencari pekerjaan. Dengan demikian, urbanisasi sejatinya merupakan suatu proses perubahan yang wajar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penduduk atau masyarakat (Stark, 1991).
1.2  Rumusan masalah
          Kondisi perkotaan yang semakin tidak terkendali akibat adanya urbanisasi yang berlebih, telah menimbulkan berbagai masalah baru di wilayah Cakung Barat seperti meningkatnya kriminalitas akibat kemiskinan, pengangguran besar-besaran, bertambahnya pemukiman kumuh, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan penyelesaian atas masalah ini agar tidak masalah ini tidak berkelanjutan. Pada tahap ini juga akan dijelaskan tentang aspek-aspek positif mau pun negatif yang dimiliki masyarakat perkotaan atau masyarakat pedesaan. Dengan begitu, bentuk atau pengertian dari urbanisasi itu dapat dilihat dengan lebih jelas juga akibat/dampak yang ditimbulkannya terhadap kehidupan di kota.

1.3 Tujuan dan manfaat
  •  Ada beberapa tujuan dalam pembuatan makalah ini antara lain yaitu :
  •   Mengetahui pengertian urbanisasi dilihat dari aspek yang berbeda
  •  Mengetahui hal-hal yang mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang meliputi factor  pendorong mau pun faktor penarik terjadinya urbanisasi di lingkup wilayah Kelurahan Cakung Barat
  •  Mengetahui akibat yang ditimbulkan urbanisasi dalam kehidupan bermasyarakat wilaya  Kelurahan Cakung Barat
  •  Mengetahui cara pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah ubanisasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Urbanisasi
           Pengertian urbanisasi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, missal kesempatan kerja.

           Pengertian lain dari urbanisasi, dikemukakan oleh Dr. PJM Nas dalam bukunya Pengantar Sosiologi Kota yaitu Kota Didunia Ketiga. Pada pengertian pertama diutarakan bahwa urbanisasi merupakan suatu proses pembentukan kota, suatu proses yang digerakkan oleh perubahan struktural dalam masyarakat sehingga daerah- daerah yang dulu merupakan daerah pedesaan dengan struktur mata pencaharian yang agraris maupun sifat kehidupan masyarakatnya lambat laun atau melalui proses yang mendadak memperoleh sifat kehidupan kota. Pengertian kedua dari urbanisasi adalah, bahwa urbanisasimenyangkut adanya gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi.
          Dari beberapa pengertian mengenai urbanisasi yang diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian urbanisasi adalah merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah/ daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek- aspek fisik/ morfologi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakatnya.





2.1  Pengaruh Urbanisasi Wilayah Kelurahan Cakung Barat dalam bidang  ekonomi
Latar belakang terjadinya urbanisasi pada di Wilayah Cakung Barat adalah Wilayahnya Dekat dengan Kawasan Industri dan beberapa hanya mencoba adu nasib di Jakarta dengan tinggal di Wilayah Cakung Barat.
Semakin seringnya terjadinya Urbanisasi pada Wilayah Cakung Barat, mengangkibatkan beberapa pengaruh antara lain 
·         Bertambahnya pemukiman kumuh
Contohnya banyaknya Warga yang bertempat tinggal di bawah kolong jembatan dengan fasilias dibawah Standar Layak
·         Kriminalitas
Contohnya banyaknya pencurian dan hipnotis yang terjadi diwilayah Cakung Barat
·         Pengangguran
Contoh banyaknya masyrakat yang hanya sekedar meminta dan mengamen di pasar dan Angkutan Umum


Bertambahnya pemukiman kumuh di akibatkan sedikitnya lahan dan tidak adanya modal atau pendapatan warga untuk menciptakan pemukiman yang Layak untuk ditempati.
meningkatnya kriminalitas akibat kemiskinan.
Penggangguran di sebabkan ketatnya persaingan kerja dan sedikitnya lapangan kerja.
Menurut Narasumber yang saya wawancara mengatakan bahwa “penyebab utama masalah ekonomi adalah banyaknya masyrakat desa berpindah ke wilayah Cakung Barat tanpa Modal atau pengetahuan yang cukup”
2.2  Menjelaskan faktor Urbanisasi wilayah kelurahan Cakung Barat
a. Faktor Penarik (Pull Factors)
Alasan orang desa melakukan migrasi atau pindah ke wilayah didasarkan atas beberapa alasan, yaitu:
1. Lahan pertanian yang semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa, misalnya sarana hiburan yang belum memadai
5. Diusir dari desa asal, sehingga ke kota menjadi tujuan.
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya, karena tingkat upah di kota lebih tinggi
7. melanjutkan sekolah, karena di desa fasilitas atau mutunya kurang
8. pengaruh cerita orang, bahwa hidup di kota gampang cari pekerjaan, atau mudahnya membuka usaha kecil-kecilan
9. kebebasan pribadi lebih luas
10. adat atau agama lebih longgar
b. Faktor Pendorong (Push Factors)
Di sisi lain kota mempunyai daya tarik, di pihak lain keadaan tingkat hidup di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi tersebut, hal ini menjadi faktor pendorong timbulnya urbanisasi. Faktor pendorong yang dimaksud diantaranya adalah:
1. keadaan desa yang umumnya mempunyai kehidupan yang statis (tidak mengalami perubahan yang sangat lambat). Hal ini bisa terjadi karena adat istiadat yang masih kuat atau pun pengaruh agama.
2. keadaan kemiskinan desa yang seakan-akan abadi
3. lapangan kerja yang hampir tidak ada karena sebagian besar hidup penduduknya hanya bergantung dari hasil pertanian
4. pendapatan yang rendah yang di desa
5. keamanan yang kurang
6. fasilitas pendidikan sekolah atau pun perguruan tinggi yang kurang berkualitas
2.3 Mengetahui mana dampak positif dan dampak negative bagi penduduk
Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain
·         Dampak positif
Pandangan yang positif terhadap urbanisasi, melihat urbanisasi sebagai usaha pembangunan yang menyeluruh, tidak terbatas dalam pagar administrasi kota. Selain itu kota dianggap sebagai agen modernisasi dan perubahan. Mereka melihat kota sebagai suatu tempat pemusatan modal, keahlian, daya kreasi dan segala macam fasilitas yang mutlak diperlukan bagi pembangunan.Tanggapan lain adalah bahwa kita tidak mungkin membayangkan bagaimana pertumbuhan dan keadaan Jakarta sekarang ini dan juga pusat- pusat industri di dunia lainnya bisa tercapai bila seandainya tidak ada urbanisasi Kelompok tertentu berpendapat bahwa proses urbanisasi hanyalah suatu fenomena temporer yang tidak menghambat pembangunan. Dan menekankan bahwa kota merupakan suatu leading sector dalam perubahan ekonomi, sosial dan politik. Urbanisasi merupakan variable independen yang memajukan pembangunan ekonomi.
·         Dampak negative
1.      Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
2.       Menambah polusi di daerah perkotaan
3.      Penyebab bencana alam
4.      Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
5.       Penyebab kemacetan lalu lintas

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Urbanisasi merupakan salah satu gejala yang banyak menarik perhatian dewasa ini karena tidak hanya berkaitan dengan masalah demografi, tetapi juga mempunyai pengaruh penting terhadap proses pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi dapat mendorong pembangunan tetapi sebaliknya dapat juga menghambat pembangunan.
Urbanisasi merupakan suatu proses menuju ke kotaandari rural menjadi urban, baik menyangkut kehidupan social ataupun pertambahan jumlah persentase penduduk diperkotaan yang diakibatkan oleh migrasi dari desake kota, pertumbuhan penduduk alami (natalitas) ,dan reklasifikasi desa perdesaan menjadi desaperkotaan, hal tersebut dapat berdampak padaperubahan ekonomi, social, kebudayaan, psikologimasyarakat serta fisik.
Urbanisasi saat  ini sangat berkembang didaerah mana saja khususnya daerah pulau Jawa yang tingkat laju Urbanisasinya sangat cepat. Dan juga mempunyai dampak tersendiri dalam urbanisasi itu. Diantaranya memicu kejahatan dan tertanggunya lalu lintas dan sebagainya.




3.2  Saran-Saran
1.     Disini perlu kebijakan yang tepat oleh Pemerintah dengan mengurangitingkat urbanisasi yang selalu ada agar tidak menggangu kegiatan – kegiatan yang ada serta untuk mengurangi tindakan kejahatan dalam dampaknya.
2.    Perlu pemerintah ketahui atau langsung survey ke daerah – daerah yang banyak melakukan kegiatan urbanisasi dan menanyakan apa sebab mereka melakukan urbanisasi itu dan tindak lajutnya bagaimana.
3      Meningkatkan mutu daerah yang kurang memadaai atau dari segi ekonomi daerah itu masih kurang agar tidak terjadinya urbanisasi di kota – kota.

DAFTAR PUSTAKA
1.         2009. Urbanisasi dan Morfologi. Semarang: Penerbit Graha Ilmu

6.       https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALODOC Platform Sistem Informasi Kesehatan

Langkah - langkah membuat Platform berbasis blog : 1. Pergi ke halaman browser contoh chrome, lalu search : https://www.blogger.com/blogger.g 2. Tampilan halaman blogger, lalu kita isi nama contoh :LoisYoungrenxx 3. Setelah itu kita pilih create is Blogger 4. Tampilan membuat blogger baru 5. Setelah itu isi title, address, dan thema. Title ini untuk judul blogger kita. Address untuk alamat blogger kita yang kita telah. Thema ini tampilan / desain blog. 6. Setelah itu sudah masuk tampilan utama blogger. 7. Nah ini akhir membuat platform berbasis blog / blogger. Untuk mengedit ada menu-menu disamping. Apa itu Halodoc? Halodoc merupakan sebuah platform kesehatan berbasis online, dimana tujuan utamanya adalah Simplifying Healthcare , membantu masyarakat Indonesia agar dapat berkonsultasi mengenai kesehatan dengan mudah dan dengan sumber yang tepat. Di jaman informasi terbuka seperti ini, masyarakat sering k...

E-Learning - SOFTSKILL

E-Learning a.       Pengertian E-Learning       E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber: Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010). Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).       Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat ditarik beberapa persepsi tentang e-learning, yaitu: ·          E-learning pada hakikatnya adalah belajar atau pembelaja...

MDGs dan SDGs Kesehatan

1.       Pengertian dan Tujuan MDGs (Millennium Development Goals) Pengertian Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi "Tujuan Pembangunan Milenium", adalah sebuah paradigma pembangunan global yang dihasilkan dari kesepakatan antar kepala negara beserta perwakilan dari 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di kota New York, Amerika Serikat pada bulan September tahun 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam rangka menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi, kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. 1.Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan, 2.Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua, 3.Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan, 4.Menurunkan Angka Kematian Anak, 5.Meningkatkan Kesehatan Ibu, 6.Memerangi H...